Aku melihat benda bulat diangkasa
seakan mengulas kembali ingatanku tentang seseorang yang pernah menjadi
Matahari di pagiku dan Bintang dimalamku. Seseorang yang mungkin membuatku
hanyut dalam merdunya irama cinta saat itu. itu kamu, sayang. Dulu kita sering
dibuliin oleh kakak dan abang kita karena pacaran tetanggaan itu adalah suatu
hal yang lucu. Tapi tidak buat kita kan? Menurutku itu romantis. Kita bisa
lebih sering berduaan setiap harinya. Kita lebih mudah untuk bertatapan muka dibalik
jendela kamar kita. Sweet banget yah.
Aku ingat beberapa momen indah,
rasanya baru kemarin aku rasakan. aku senang sayang. Aku merasakan hangatnya
tanganmu membungkus erat kedua jemariku. Aku nyaman. Setiap detik sentuhanmu
membuatku ingin menghentikan jarum jam, lalu memutar berulang-ulang detik itu
sesuka hatiku. Taukah kau waktu itu jantungku berdegup tak tentu? Seakan ada
petasan didalam organ tubuhku meronta-ronta ingin keluar. Taukah kau darahku
meluncur sangat deras? Memaksa masuk dalam organ-organ tubuhku.
Kamu.. Cinta pertamaku..
Tetanggaku.. Sayangku.. bolehkah aku meminta selamanya begini? aku nyaman. Aku
nyaman ketika kau belai rambutku dengan sentuhan jemarimu. Lalu kamu membisikkan
lembut “I Love You” ditelingaku. Taukah kamu? Saat itu aku mematung. Seluruh
organ tubuhku lumpuh seketika. Aku kaku. Sulit untuk bernafas lega. Dadaku sesak.
Hari berganti minggu, minggu
berganti bulan dan bulan berganti tahun. Sudah entah berapa lama kita
memutuskan untuk tak bersama lagi. Iyaa sejak Ayahmu pindah tugas dan kamu juga
ikut ibumu. Jarak seakan menjadi pemeran antagonis dalam hubungan kita. Aku
sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama bayangmu. Banyak kenangan indah yang
tersimpan ditempat ini. Iya, semuanya terasa sepi.
Akhir-akhir ini aku seakan melihat
sosokmu di sana. Sosok yang tak asing bagiku. Itu kamu. Oh ia kalung salib
pemberianmu masih kusimpan, masih sering kukalungkan dileherku ketika aku
kangen padamu. Kalung salib yang kau berikan sebagai tanda perpisahan untukku,
aku ingat itu sayang?
Jikalau boleh, aku masih ingin
menemuimu. Masih ingin merasakan genggaman tangan itu. Masih ingin mendengar
tiga kata itu. Aku masih ingin mendengarmu memanggilku sayang. Bolehkah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar